Selasa, 16 Desember 2008

Bandung Profile-Opi Budi Rospian S.IP "Generasi Baru Harapan Baru"


Bandung, Maskumambang-Tim beritaberitabandung.com datang ke kantor DPD Golongan Karya hari sabtu sore tanggal 13 desember lalu. tanpa harus menunggu lama Bapak Opi Budi Rospian, S.IP yang kita tunggu sudah datang. Beliau adalah salah satu Caleg DPRD KotaBandung dari Golkar dengan daerah Pemilihan (DaPil) Bandung 5.anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak Drs. Adjang Halim Santika MPD dan Ibu Metty Amiati MPD ini adalah Alumnus Universitas Pasundan jurusan Ilmu Politik ini juga sedang melanjutkan studi magisternya di STIEPAS.Dari latar belakang pendidikan dan keaktifan dalam mengikuti organisasi-organisasi muda inilah yang membuat ayah dari Aura Aulia (6 th) dan Panca Rizky (8 bln) memutuskan untuk terjun secara total ke dalam dunia politik.
Demikian hasil wawancara tim dengan Bapak Opi Budi Rospian yang lebih akrab dipanggil Kang Opi terkait dengan Keikutsertaannya di dalam pemilihan legeslatif ini
 
Sejak kapan kang Opi berkecibung dalam dunia politik ? 
Sejak saya masuk kedalam organisasi, mungkin dari SMA.Saya aktif di OSIS dan Pramuka. dan semasa kuliah saya aktif di LISMA dan FOKUSMAKER Kota Bandung. dan dari tahun 2007 sampai sekarang saya menjabat sebagai ketua FOKUSMAKER atau Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan.
 
Bidang apa ?
Hanya kajian, diskusi minat dan bakat
 
Sejak kapan masuk kedalam partai GOLKAR ini kang ?
Sejak saya masuk FOKUSMAKER otomatis saya masuk GOLKAR. FOKUSMAKER itu adanya di GOLKAR.
 
Kenapa akang memilih GOLKAR, bukan partai lain ?
Dulu, jaman saya jadi mahasiswa adalah sesuatu yang unik bisa masuk GOLKAR. Pada dasarnya saya punya persepsi pribadi bahwa partai apapun itu hanyalah sebuah benda mati, tinggal bagaimana orang yang menjalankannya.Apalagi mahasiswa yang mempunyai gejolak energik untuk sebuah perubahan.Perubahan tidak bisa dilakukan dari luar, kita harus masuk kedalamnya asal kita mampu dan punya potensi. Lagipula, apapun alasannya GOLKAR adalah sebuah aset bangsa dan aset strategis yang menjadi pondasi bangsa dalam menjaga dan membangun NKRI
 
Sudah berapa kali akang mengikuti pemilihan ini ?
Baru sekarang ini dipersiapkan dan rata-rata generasi muda sekarang cukup keteteran dengan sistem pemilu sekarang. Kesiapannya sekarang harus cepat dan GOLKAR adalah partai pertama yang mempunyai suara terbanyak all out. Asalnya nomer urut, ada proses pemanasan. sekarang persaingan begitu terbuka dan GOLKAR memberikan kesempatan pada siapa saja, ini dapat menjadi motivasi dalam internal partai, terlepas dari motivasi pribadi yang dapat mengubah paradigma masyarakat terhadap partai GOLKAR.
 
Yang akang rasakan perbedaan GOLKAR dulu dengan sekarang ?
Asetibility artinya Golkar terdiri dari kekuatan ABRI sehingga untuk mencapai suara-suara sangat mudah berbeda dengan sekarang hampir semua yang dirasakan partai lain juga sama dirasakan oleh partai golkar.
 
Visi dan Misi akang kalau terpilih nanti ?
Saya ingin mengoptimalkan peran dewan dalam optimalisasi akses informasi pemerintah kepada masyarakat. Salah satu contohnya, bila ada penyaluran bantuan dari pemerintah kepada masyarakat pada level tertentu ada yang tidak dapat menikmatinya.
 
Market yang dituju ?
 Saya lebih condong kepada generasi muda. yang perlu ditingkatkan adalah kemandirian (Skill Of Life) informasi dapat lebih terakses. untuk merealisasikan itu saya berencana akan membuat sebuah kantor rakyat yang fungsinya untuk saling bertukar informasi dam juga merupakan mesin kerja saya untuk mendapatkan informasi yang akurat dari rakyat dan sebaliknya.
 
Upaya yang telah dilakukan untuk pendekatan kepada masyarakat?
Saya tergolong secara ekonomi tidak besar jadi pendekatan yang saya gunakan tidak menggunakan materi melainkan secara personalitas.
 
Apakah pendidikan menjadi agenda program kerja anda nanti?
ya, pendidikan merupakan hal yang terpenting bagi perkembangan suatu bangsa,namun saya tidak dapat memberikan janji secara angka melainkan sistem pengawasan terhadap program bantuan pendidikan oleh pemerintah seupaya mungkin harus tepat sasaran.
 
berapa suara yang anda perkiraan diwilayah dapil akang?
kira-kira 20% 
 
 
Kendala-kendala yang akang hadapi dalam proses pemilihan caleg?
Persepsi masyarakat bahwa seseorang menjadi anggota dewan karena obsesi pribadi, padahal bagi saya itu adalah tugas dan amanah yang harus saya pertanggung jawabkan kepada partai dan masyarakat yang telah memilih saya. 
 
Harapan-harapan akang setelah terplih nanti?
Masyarakat lebih sejahtera, lebih terpacu untuk mandiri dan masyarakat tidak direpotkan dengan banyaknya partai.mudah-mudahan sistem hukum berjalan baik dan yang terpenting saya tidak mau memberikan janji tetapi saya hanya meminta doa dukungan dari masyarakat agar saya dapat menjalankan komitmen yang merupakan tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat.
(Devi,Ivan,Bambang)

Bandung Straight-Tarif Damri Dipatiukur-Jatinangor Turun

Bandung, Soekarno Hatta – Seiring dengan turunnya harga solar yang semula Rp. 5500,- menjadi Rp. 4800,-, maka Kepala Perum Damri, Sadiyo yang ditemui  beritaberitabandung.com diruang kerjanya menuturkan bahwa tarif angkutan bus damri jurusan dipatiukur-jatinangor kelas non ekonomi/AC menjadi Rp. 3500,- dari semula Rp. 4000,- yang berlaku mulai hari ini Selasa (16/11) pada pukul 12.00 WIB. Penurunan tarif ini tidak ditunjang dengan penurunan harga onderdil yang ada dipasaran. Sehingga Kepala Perum Damri pun mengambil kebijakan menurunkan tarif hanya sebesar Rp. 500,-..Dipilihnya jurusan dipatiukur-jatinangor karena mayoritas penumpangnya pelajar. Sementara mengenai tarif angkutan bus damri jurusan lainnya maupun kelas ekonomi belum ada penurunan karena merupakan kewenangan dari Pemerintah Daerah.
 Hal ini disambut sukacita oleh para penumpang, seperti yang dituturkan oleh salah seorang penumpang bus damri jurusan dipatiukur-jatinangor yang kami temui di terminal Jatinangor, Yeni, seorang mahasiswi Unpad merasa adanya penurunan tarif ini lebih meringankan bebannya. Dia juga mengungkapkan seharusnya penurunan tarif ini diikuti oleh seluruh trayek damri di kota Bandung . (Decky, Ladi, Nuniek, Ruslan)

Bandung Straight-PASOKAN Elpiji di Bandung

Bandung, Gedebage- Mulai hari ini selasa (16/12) pasokan elpiji dari SPPBE ke agen sudah kembali stabil, hal ini dapat dilihat dari hasil pantauan tim beritaberitabandung.com di lapangan ketika mengunjungi salah satu SPPBE di jalan Soekarno – Hatta 628 A Gedebage bandung, truk yang mengantri juga tidak begitu banyak tidak sperti 4 hari kemarin, “ kami harus antri dari hari jum’at dan baru mendapat jatah untuk pengisian sabtu malam, tapi hari ini kami hanya mengantri 4 jam,” tutur kiki seorang pegawai dari PT Karo Rizki salah satu agen elpiji 3 kg di daerah Ujung Berung.
 
Hal ini juga dibenarkan oleh Drs. H.M. Mohamad Saleh M selaku Direktur Utama SPPBE, ketika kami berkunjung ke kantornya di tengah-tengah kesibukannya memantau pengisian bulk elpiji, “pasokan dari Eretan, saat ini kami tidak mengambil dari Balongan, ke SPPBE sudah normal, suplai dari SPPBE ke Agen sedang berjalan, tinggal dari Agen ke konsumen,” ujarnya. Oleh karena itu tinggal bagaimana penyaluran dari tiap agen ke konsumen karena dari kebutuhan rata-rata sebesar 64 ton dalam sebulan kami telah salurkan ke seluruh Agen khususnya yang berada di wilayah Bandung Timur. (Nunik, Decky, Lady, Ruslan)

Bandung Straight-Peluncuran Trans Metro Bandung masih belum jelas

Bandung, Soekarno Hatta - Kejelasan Peluncuran trayek Trans Metro Bandung (TMB) jurusan Cibeureum-Cibiru yang diperkirakan pertengahan Desember belum ada kepastian,dikarenakan pihak Damri selaku pemenang tender belum mendapat keputusan dari Dinas Perhubungan (Dishub) walaupun pihak Damri sendiri telah siap untuk segera meluncurkan trayek ini, salah satu persiapan yang dilakukan adalah dengan perekrutan supir dan kondisi bus TMB yang siap jalan.

Menurut Kepala Perum Damri, Sadiyo, yang kami temui Selasa siang (16/11) diruang kerjanya, karena pihak Dishub yang ia ketahui baru menyediakan 2 shelter dari 32 shelter yang direncanakan itupun hanya berupa tenda sementara dari pihak sponsor. Walau rencana peluncuran belum terlaksana namun ada pihak yang keberatan, karena mereka menilai dengan adanya TMB ini bisa mengurangi pendapatan mereka khususnya para supir angkot, salah satu bentuk penolakan mereka dengan memasang spanduk disetiap terminal dan menempelkan pamflet di kaca belakang angkot mereka. Hal ini jelas menimbulkan pro dan kontra tentang adanya TMB. Hingga 2 hari ke belakang pengamanan khususnya dibundaran Cibiru diperketat meskipun tidak seketat Senin kemarin (15/11) yang melibatkan 3 platon Dalmas karena beredar isu ada demo besar-besaran di wilayah tersebut, untuk berjaga-jaga pihak Kepolisian Resort Bandung Timur hari ini menyediakan 1 unit platon Dalmas saja sampai berita ini diturunkan.

Sadiyo mengungkapkan salah satu solusi agar para supir angkot tidak merasa dirugikan adalah dengan ditariknya beberapa unit trayek Damri untuk dialihkan ke TMB walaupun penarikan ini masih dikaji oleh mereka. (Decky, Lady, Nuniek, Ruslan)

Bandung On The Spot-PERDA di antara urusan perut

Bandung,Bandung Tengah- PKL (pedagang kaki lima) masih merupakan masalah yang pelik bagi kota besar. Sering kali kita lihat Razia Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) sudah menjadi wajah kota Bandung,betapa tidak kawasan 7 titik yang menjadi Prioritas wilayah yang harus bersih dari PKL (Pedagang Kaki Lima) hanya menjadi peraturan di atas kertas saja, merekapun menjadi bulan-bulanan oleh aparat. Entah siapa yang harus disalah kan , tapi yang pasti PERDA No. 11 tahun 2005, memuat mengenai K3 ( Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan ) ini perlu dibuat, untuk mengatur segala sesuatu tentang tata masyarakat kota berikut struktur nya.
 
Mengenai pedagang, nampaknya peraturan tersebut dalam pelaksanaannya belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Adanya segelintir Oknum dari pihak Pemerintah Daerah berikut jajarannya dalam pelaksanaan di lapangan, menjadi nada sumbang di antara para PKL sendiri, seperti adanya pungutan dari oknum kepada PKL supaya tetap bisa berdagang/berjualan di area yang dilarang. Perilaku seperti inilah yang bisa merusak wibawa Pemeritah terutama bisa merembet ke Badan Legislatif sebagai pembuat kebijakan, dan Eksekutif sebagai aparatur pelaksana.
 
Pasal 49 ayat 1 bb “ berusaha atau berdagang di trotoar, jalan/bahu jalan, taman, jalur hijau dan tempat-tempat lain yang bukan peruntukan nya tanpa meminta ijin dari walikota dikenakan pembebanan biaya paksaan penegakan hukum sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) atau sanksi administrasi berupa penahanan untuk sementara waktu KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan Kartu Identitas Kependudukan lainnya.
 
Pasal 49 ayat 1 jj “ Mendirikan kios dan/atau berjualan di trotoar, taman, jalur hijau: melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan kerusakan kelengkapan taman, atau jalur hijau dikenakan pembebanan biaya paksaan penegakan hokum sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau sanksi administrasi berupa penahanan untuk sementara waktu KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan Kartu Identitas Kependudukan lainnya.
 
Kedua Pasal ini lah yang sampai saat ini menjadikan Pro dan kontra dikalangan masyarakat, pedagang, dan Pemerintah. Selain itu adanya nada kritis dari mereka, bisa jadi kritik sosial yang membangun untuk memperbaiki kinerja jajaran Pemerintah Daerah dalam mengupayakan Bandung yang tertib, bersih dan indah. Seperti Hadi (31th) penjual hewan peliharaan yang biasa berjualan di halaman Mall BIP, ketika ditanya soal Perda K3, “Pemerintah kurang mengupayakan relokasi yang bisa menguntungkan pihak pedagang, makanya kami tetap berjualan di sini, karena lokasi yang ramai dan strategis, selain itu pemilik Mall beserta para preman pun sempat menghadang kami, namun para penjual, tetap bertahan dari tahun 1989 sampai sekarang dan menghiraukan ancaman tersebut” ujar nya.
 
Sama halnya dengan Rachmat (48th) dan Bambang (42th) penjual bubur bersaudara asal Majalaya ini, sudah 22 tahun berjualan di trotoar Jln. Merdeka, mereka biasa berjualan sore hari sampei jam 9 malam, ketika ditanya tanggapan nya soal Perda, mereka berharap Pemda bisa merelokasi kami ke tempat yang bisa menghidupkan suasana berdagangnya. Meskipun roda tempat mereka berjualan sempat diangkut oleh Satpol PP, tak membuat kapok Karena dalam 1 minggu kemudian mereka dapat mengambil kembali barang mereka dengan uang tebusan 45ribu hingga 75ribu melalui pihak pengadilan.
 
Tim Liputan pun sempat bertanya-tanya pada pengunjung / pembeli yang kebetulan ada di sana, sebut saja Naning (24th) wanita asal Jakarta ini, mengatakan 
“ PKL sejak saya hijrah Ke Bandung untuk studi, nampaknya sudah menjadi bagian dari Kota ini, kita tidak dapat menutup mata tentang keberadaan mereka, demi mencari sesuap nasi untuk menyambung hidup, ya jadi sulit untuk diberantas” ungkap nya. Ketika ditanya soal PERDA, mahasiswa Fakultas Ekonomi jurusan Managemen 2002 ini mengatakan, konsistensi dari pemerintah dan aparatur pelaksana peraturan menjadi kunci keberhasilan Perda K3, di tempat terpisah di bilangan Merdeka Dewi (30th) karyawati Show Room, menanggapi hal berbeda soal PKL, “ Keberadaan PKL seperti pedagang aksesoris dan penjual minuman, sangat menggangu, karena memakan bahu jalan yang bisa berakibat kemacetan juga kecelakaan. Ketika ditanya tanggapan nya soal Perda K3, kritikan dari nya hanya satu Konsisten dalam membuat dan melaksanakan Perda K3.
 
Lain halnya dengan pendapat Bang Pristone sebutan akrab dikalangan pedagang dan merupakan Pembina dari paguyuban Pedagang Jasa Tradisional Dago (PPJTD) mengatakan Perda di Bandung Lebih banyak Symbol, Retrorika serta Slogan. Disamping itu 3 Terminologi K3 perlu penelaahan yang jelas mengenai termagtub didalamnya,Supaya semua sector tersentuh karena kalimat itu sangat abstrak. Dan disamping itu Perda yang ada terkesan tidak berpihak pada kaum bawah, dalam hal ini terlihat banyaknya tempat-tempat pihak swasta atau para kaum berduit dengan bebasnya berdiri dan terkesan tidak teratur. “Harapan dari pihak Pedagang itu sendiri agar pemerintah dapat melakukan komunikasi secara dua arah dan meninjau kembali apa yang terkaji dalam Perda tersebut kemudian dalam penindakannya pun harus jelas jangan terkesan setengah hati, dan yang terpenting pemerintah dapat merealisasikan tempat yang layak,murah,dan memiliki nilai ekonomis bagi para pedagang” ujarnya.(Devi,Ivan,Ahmad,Bambang)
 

Bandung Cozy-THE RED STEAKS (STEAKS AND BURGER)


Bandung-Sukajadi 159-. The Red Steak yang baru berdiri pada tanggal 1 desember 2008 mencoba eksis ditengah persaingan dikawasan Sukajadi. Meski terbilang baru tempat ini menawarkan ciri khas dan spesialisasi dalam hal pengolahan steak dan burger. Saat ditemui tim liputan beritaberitabandung.com (12/12) Sandy selaku Operation Manager mengatakan tempat ini dibuka berawal dari sebuah komunitas anak-anak NHI bagian kitchen ingin membuat tempat makan yang enak dan memberikan kontribusi terhadap Kota Bandung. dengan target market semua kalangan dapat menikmati menu yang ditawarkan.
Menu andalan sudah jelas Steak dan burger yang berbahan dasar daging sapi disamping juga menu-menu lainnya. Dengan konsep tempat apa adanya dan modern menjadikan tempat ini nyaman dan berhasil menarik pengunjung dari kalangan Mahasiswa,keluarga, hingga turis asing dan tokoh terkenal pun datang. Fasilitas yang ditawarkan tempat ini selain menu khasnya pengunjung dapat menikmati Free Hotspot secara Cuma-Cuma tanpa registrasi,free Parking,dan discount 10% pada bulan desember 2008(selama masa promosi), Fasilitas kursi semi launch dan smoking area.

Menu yang ditawarkan seperti Smoothies Strawbery, Fresh Juice Strawbery, Black Angus Steak, Tenderloin Steak,Sirloin Steak, Chilli Chesee Nachos,Strawbery in Cream, New York Burger dan masih banyak lagi menu lainnya. selain menawarkan masakan Eropa masakan asia pun ada disini, hal ini dapat dilihat dari menu Asian Favourite seperti Sop Buntut,Chicken Katsu, Korean Spicy Steak. Untuk range harga sendiri makanan dan minuman mulai dari Rp 6000, - hingga Rp. 100.000 harga yang pantas untuk citra rasa yang ditawarkan.Bagi para pecinta kuliner yang penasaran dengan tempat ini bisa langsung dating di jalan Sukajadi 159 dengan jam operasional dari pukul 11 siang hingga pukul 11 malam. Pelayanan yang ramah dan kapasitas pengunjung yang lumayan banyak diharapkan dapat memuaskan lidah masyarakat Bandung dan sekitarnya. 

english version

Bandung-159 Sukajadi ST-. The Red Steak has been recently established on December 1, 2008 an try to exist in the middle of competition in Sukajadi area. Although recently built, this place offered exclusive and specialization in steak and burger processing. When beritaberitabandung.com came to visit (Dec12th) Sandy as Operation Manager said form the start this place opened from a NHI kitchen community that wanted to make a delicious eat place and give Bandung city contribution with market target all people are able to enjoy offered menu.

It is clear that main menu of this restaurant are steak and burger with cow meat as basic ingredients beside other menus. With natural and modern concept make this place comfortable and attracted many people from college student, family, foreign tourist and celebrity have came to visit. Offered facility beside their special menu, visitor can enjoy free hotspot (internet connection) without registration, free parking, and 10 % discount price on December 2008 (along promotion time), semi launch chair facility and smoking area.

Offered menus are Smoothies Strawberry, Fresh Juice Strawberry, Black Angus Steak, Tenderloin Steak, Sirloin Steak, Chilly Cheese Nachos, Strawberry in Cream, New York Burger and there are other offered menus. This restaurant not only offered European food but also Asian food, we can see this from favorite Asian menus such a as Cow Tail Soup, Chicken Katsu, and Korean Spicy Steak. Food and beverage price start from Rp 6000,- until Rp 100.000 is proper price for offered taste. For those who have culinary curiosity can directly visit this place on 159 Sukajadi ST start from 11 am – 11 pm. Friendly service and reasonable visitor capacity restaurant can satisfy Bandung and around Bandung people tongue. (Bambang/Ahmad//Lady)




Senin, 15 Desember 2008

BANDUNG COZY-‘ENGGAL’ MALANG MEATBALL, KEEP ORIGINAL RECIPE


Bandung, Burangrang- First of all, in the year 1988, Moch. Soli (47 years old) is Malang meatball direct seller who usually made a tent for selling his Malang meatball in Burangrang ST side walk. He sold 2-3 portion a day, he survived because of He still using original recipe of Malang meatball. People getting interested with his meatball and his business were getting bigger, finally he built a permanent place in Burangrang ST on May 1994, and giving his business named with ‘ENGGAL’ MALANG MEATBALL .

 

That name was chosen because of fast serving way, customer choose and picked up his own menu, pay the meatball in cashier and soon the waiter will deliver meatball to their table. ‘Enggal’ name has same definition both Javanese and Sundanesse mean fast.

 

Restaurant itself open daily including public holiday start from 10.00 am – 10.00 pm, this place always visited by customer not only from Bandung but also came from other city, even though it was raining, customers making line into outside restaurant, moreover according Mr. Yayat (56) as manager of restaurant, for customer who has not their own chair from 134 available chairs, they are willing to stand for eating their meatball order . This thing happened because of the superiority of this restaurant which made their Malang meatball from original recipe which came from Malang who kept by its owner which originally came from Malang. Mr. Yayat added that from beginning of this restaurant was established they never got complaint from their customer, just little complaint such as they have not get their own chair or little suggest for making this building to be 2nd stair building.

This restaurant have 7 kinds menu, such as, tofu, boiled siomay, fried siomay, smooth meatball, small meatball, fried meatball, and krisol and low price menu with Rp 1000/each, and Rp 1500/each for tendon meatball. Beside, there is menu packet start from Rp 8000,- until Rp 9500/portion including 1 bottled tea.

For you who want to enjoy Malang original recipe with Quality, taste and low in price, you can visit 12nd Burangrang ST or 61st Pasteur ST Bandung directly. (Nuniek Maulany & Nina//Lady)

Straight Bandung-mobil Dosen STIEPAR di bobol maling


Bandung, Turangga-Senin (15/12), sekitar jam 14.00 wib telah terjadi perampokan kembali terjadi di Senin (15/12), sekitar jam 14.00 wib  di depan kampus STIEPAS di jalan turangga . Dua perampok yang menggunakan helm full face dengan kendaraan bermotor jenis satria hitam telah memecahkan kaca pintu belakang mobil honda hitam yang ber no pol. D 789 WH. perampok mengambil berkas-berkas penting dan toga. Yang menjadi korban perampokan adalah Ceceh, seorang dosen STIEPAS yang memarkirkan kendaraan di pinggir jalan.Menurut saksi yang bernama Aan, perampokan itu terjadi tidak lama setelah bapak ceceh memarkirkan mobilnya, lalu seorang penumpang motor memecahkan kaca mobil dengan menggunakan palu dan mengambil tas yang berada di jok belakang. Si perampok langsung melaju cepat ke arah jalan martanegara. Motor perampok sempat dikejar oleh seorang tentara yang kebetulan menyaksikan kejadiannya, namun tidak terkejar dan tidak sempat pula mencatat nomer polisi kendaraan motor tersebut.

 

( Devi/Ahmad )    

 

Minggu, 14 Desember 2008

Bandung on the spot-Dada Janji Beri Dana Berbagai Cabang Olahraga Di Kota Bandung



Bandung , Saparua -Saat menghadiri pembukaan Pameran Potensi & Prestasi Pemuda & Olahraga di lapangan GOR Saparua, Bandung , Sabtu (13/12). Walikota Bandung, Dada Rosada bersama rombongan Dinas Pendidikan Kota Bandung dan anggota Komisi D DPRD Kota Bandung, melihat berbagai stand cabang olahraga yang dipamerkan. Disana nampak dipajang berbagai piala dan medali yang disumbangkan para atlet asal Bandung .

Lebih dari 12 cabang olahraga dipamerkan di acara ini. Setelah berkeliling melihat berbagai cabang olahraga, ternyata banyak sekali prestasi yang diraih atlet asal Bandung itu. Dada merasa bangga sebab Bandung bisa menjadi kota dengan title kota Cerdas dan Berprestasi berkat jasa para atlit. Melihat hasil kerja keras para atlet, Dada dalam pidatonya mengatakan, “ kota Bandung akan memberikan anggaran khusus untuk membina berbagai cabang olahraga di kota Bandung ” Anggaran itu direncanakan akan diambil dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) kota Bandung .

Anggaran yang dikeluarkannya akan digunakan untuk memperbaiki fasilitas sarana olahraga dan membuat kantor sekretariat.

Dada berencana dalam HUT Bandung ke 200 tahun 2010, puncak prestasi kota Bandung harus bisa terangkat, apalagi prestasi dari 7 program prioritas harus bisa menjadi kebanggaan. Dada berharap semasa kepemimpinannya sampai 2013 nanti, ia bisa membawa kota Bandung menjadi kota yang bermartabat, cerdas, dan berprestasi.

Oji Mahroji, Kepala Dinas Pendidikan, Kota Bandung juga sependapat. Jajaran Dinas Pendidikan Kota Bandung akan mengutamakan masalah pendidikan dan olahraga menjadi masalah yang harus mendapat perhatian khusus dan dibenahi secara optimal .

Melihat potensi putra daerah cukup bagus, ia mempunyai keyakinan bahwa bidang olahraga akan banyak dilirik kawula muda untuk menjadi pegangan hidup .

Semoga dengan adanya acara seperti ini, pemuda bisa lebih terpacu meraih prestasi sebanyak mungkin dan mengaharumkan nama kota Bandung . (Ade Indra)

Bandung On the Spot-Sidang pertama Pemalsuan pupuk

Bandung,Pengadilan Negeri-, Pemilik PD Tani Sumber makmur, Cianjur. Bpk H. Abdurahman Saleh (49th) bersama rekannya Bpk H.Dedy Dimyati (53th) diduga telah memalsukan dan mengedarkan Pupuk HCL & SP dengan kemasan jenis NK Red Bear,Paramount,Challon dan TSP plus 36 Bintang padi keduanya kini berstatus Tersangka. Kamis (11/12) + Pukul 1 siang telah menjalankan sidang pertamanya dengan menghadirkan dua orang saksi yaitu Lukman Hakim & Shelvy Lestari Utama yang merupakan karyawan dari pemilik usaha. Dalam Berita Acara Persidangan membahas masalah penjualan dan peredaran pupuk palsu serta bahan baku yang digunakan. Menurut saksi bahan dasar tersebut diperoleh dari Kota Cirebon berupa garam, Kelset Mes 150, Natrium (diambil dari pupuk non subsidi) dan pewarna makanan. Peredaran pupuk palsu tersebut sudah memasuki seluruh wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kedua tersangka dianggap telah melanggar Pidana pasal 60 ayat (1) huruf f jo pasal 37 ayat (1) UU no 12 Th 1992. Sidang ini merupakan tindak lanjut dari hasil penangkapan Polda Jabar pada tanggal 28 Agustus 2008 yang lalu dan rencananya sidang lanjutan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Desember mendatang dengan menghadirkan saksi-saksi baru. (Devi/Bambang)

Bandung On the Spot-DINAS KEBAKARAN TIDAK HANYA MEMADAMKAN API

Bandung-Kawasan jalan Garut- Mungkin sebagian orang berpikir bahwa tugas dari dinas kebakaran untuk membantu warga dalam memadamkan api.Namun pendapat tersebut dirasakan tidak tepat, saat ditemui oleh tim liputan beritaberitabandung.com (11/12) Bapak Drs Wistaman Taufik bagian penyuluhan. Ia mengatakan selain melakukan pembinaan kepada petugas pemadam kebakaran sendiri, juga melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, baik itu formal, non formal, maupun informal.



Minimnya tingkat kepedulian masyarakat tentang bahaya kebakaran, menjadi alasan jajaran kesatuan pemadam kebakaran untuk memberikan program sosialisasi dan penyuluhan, seperti bagaimana cara menangani api, mengeluarkan alat penyelamatan buat korban yang mungkin masih ada di tempat kejadian, dan alat-alat yang digunakan. Materi yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan pengetahuan si peserta mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. “Mengenai peralatan sendiri, terdapat rompi anti panas, fire blanket ( selimut anti api ), harnes, tali juga helm yang khusus dibuat dalam kondisi darurat peralatan rescue (keselamatan)”.Di Bandung sendiri terdapat 29 Armada pemadam kebakaran, dan baru ada 2(dua) pos utama di jalan Garut ( Pos Utama) dan di jalan Arya Graha, tingkat responden unit pemadam kebakaran terhadap kejadian untuk jarak 3,5 KM bisa ditempuh selama 15 menit. Beliau menambahkan saat ini pihaknya dapat membantu masyarakat dalam masalah keselamatan, seperti pohon tumbang, tertimpah reruntuhan dan lain-lain bisa dibantu.



Adanya penyuluhan dan sosialisasi mengenai peranan Pemadam Kebakaran sebagai mitra masyarakat dalam penyelamatan, menjadi hal yang patut untuk diapresiasi dan ditiru oleh instansi-instansi lain untuk lebih mendekatkan dan menjadi mitra utama masyarakat dalam memberikan pelayanan. Tentunya kerja sama yang sinergis antara berbagai pihak menjadi kunci dalam membangun relasi dan kepercayaan. Diharapkan dapat meminimalisir peristiwa kebakaran. (Devi,Ahmad Setiawan,Bambang Wicaksono)

Bandung On the Spot-Dede Yusuf ke Banceuy

KUNJUNGAN WAGUB JABAR KE LAPAS KLAS II A BANCEUY



Bandung-Soekarno Hatta-. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, sabtu pagi (13/12) mengadakan upacara khusus dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia tahun 2008. Acara tersebut diselenggarakan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Banceuy dan dihadiri oleh wakil Gubernur Jawa Barat, H. Dede Yusuf Effendi, Pimpinan DPRD serta segenap unsur Muspida Jawa Barat, dengan mengambil tema, “Kepemimpinan”, dengan sub tema “Yang Muda Membuat Keputusan”.

Dalam sambutannya Wagub H. Dede Yusuf yang juga bertindak sebagai inspektur upacara menuturkan bahwa, HIV AIDS sudah bukan lagi menjadi masalah nasional, melainkan menjadi masalah global, apalagi Indonesia termasuk salah satu negara yang paling cepat penyebarannya. Oleh karena iu, Jawa Barat menjadi prioritas utama penanggulangan HIV AIDS di tingkat nasional.

Wakil Gubernur Jawa Barat H. Dede Yusuf beserta rombongan tiba di lokasi acara pukul 08.30 pagi. Sesaat setelah acara selesai, Wagub menyempatkan diri meninjau poliklinik Lembaga Pemasyarakatan Banceuy, Ruang Rawat Inap dan Laboratorium Mini. Meski Laboratorium Mini tersebut belum begitu lengkap peralatannya. Wagub Jabar yang didampingi Kepala Lapas di sela-sela acara juga menuturkan bahwa, kita harus mencari sumber dari penyakit tersebut, terutama penularan dengan media jarum suntik dan narkoba, karena hal tersebut tidak dapat diketahui datangnya. Selain itu juga perlu adanya sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menanggulangi penyebaran HIV AIDS tersebut.

Saat disinggung masalah pengadaan rehab sentral dan kelangkaan obat anti AIDS untuk pasien di wilayah Jawa Barat, Wagub menambahkan masih dalam tahap survey di lapangan. Tapi mengingat Lapas juga terkadang bisa ditembus obat-obat terlarang maka, sangat mungkin rehab sentral akan didirikan di daerah pegunungan meskipun belum dapat dipastikan tempatnya. Mengenai kelangkaan obat anti AIDS, Wagub mengatakan perlu koordinasi dengan Depkes yang akan dilakukan setelah acara ini, mengingat prasarana di Laboratorium Lapas Banceuy juga belum begitu lengkap.

Sesaat sebelum meninggalkan Lapas, Wagub menyempatkan diri berfoto bersama para napi dan para mantan pengguna narkoba, sembari berkata,” Sudah, minum obatnya ......(merk obat sakit kepala) saja”, sambil tersenyum, seraya langsung menuju pintu keluar Lapas Klas IIA Banceuy.(Denny,Iwan,Aris).

Bandung straight-Harga Elpiji merangkak naik

Bandung, Jl. Gudang Selatan-Elpiji ukuran 3 kilogram di daerah Jl. Gudang Selatan mulai mahal. “dari agennya juga ada kenaikan,” ujar irsad, (38), pengecer gas di Jl. Gudang Selatan, Bandung.

Adapun Asep, (43), konsumen, mengatakan “kenaikan gas seharusnya diseimbangkan bagi rakyat kecil”.

Dari 3 hari sebelumnya harga gas adalah Rp. 14.000,- s/d Rp. 15.000,- dan sekarang menjadi Rp. 17.000,- ... harga pengecer kepada konsumen.(( Ahmad. Setiawan )

Bandung Cozy-BASO ‘ENGGAL’ MALANG, MEMPERTAHANKAN RESEP ASLI

Bandung, Burangrang - Moch. Soli (47) pada mulanya hanyalah seorang penjual baso malang biasa yang mendirikan tenda untuk menjajakan baso malangnya di trotoar jalan Burangrang pada tahun 1988. Dengan hanya menjual sekitar 2-3 mangkok perharinya, ia dapat bertahan untuk menjual dagangannya dengan tetap mempertahankan resep asli baso malang. Semakin diminatinya baso malang buatannya dan semakin berkembangnya usaha yang dimilikinya, pada bulan Mei ditahun 1994 akhirnya ia mendirikan sebuah bangunan di Jl. Burangrang untuk menampung pembelinya yang semakin banyak, dan memberi nama usahanya dengan sebutan BASO ‘ENGGAL’ MALANG.

Nama BASO ‘ENGGAL’ MALANG sendiri dipilih karena dalam penyajiannya cepat, pembeli hanya tinggal memilih dan mengambil menunya sendiri, membayarnya dikasir dan kemudian diantarkan oleh pelayan ke meja pembeli tanpa perlu menunggu lama. Nama ‘Enggal’ sendiri mengandung arti yang sama dalam bahasa Jawa dan bahasa Sunda yang berarti cepat.

Rumah makan yang buka setiap hari termasuk hari libur pada pukul 10.00 – 22.00 WIB ini, setiap harinya selalu padat dikunjungi para pembelinya yang juga banyak berasal dari luar kota Bandung, bahkan para pembeli rela antri hingga ke halaman meskipun hujan, selain itu menurut Bpk. Yayat (56) selaku pengelola, para pembeli yang tidak mendapatkan tempat duduk dari 134 kursi yang tersediapun rela untuk makan sambil berdiri. Hal ini dikarenakan keunggulan dari rumah makan yang membuat menu baso malangnya sendiri yang berasal dari resep asli Malang yang dipertahankan oleh pemiliknya yang berasal dari Malang, juga tanpa menyediakan tambahan berupa kerupuk atau mie, selain itu seluruh karyawan Baso ‘Enggal’ Malang ini berasal dari Malang. Masih menurut Bpk Yayat, selama berdirinya rumah makan ini, ia tidak pernah mendapat komplain berarti dari pengunjungnya, hanya komplain kecil seperti tidak mendapat tempat duduk atau saran untuk mengembangkan bangunan di jalan Burangrang menjadi 2 tingkat.

Rumah makan ini memiliki 7 macam menu, diantaranya, tahu, siomay basah, siomay goreng, baso halus, baso kecil, baso goreng, dan krisol dengan harga relatif murah, yaitu @ Rp. 1000,-, dan baso urat dengan harga Rp. 1500,- per buahnya. Selain itu terdapat pula paket menu yang berkisar antara Rp. 8000,- hingga Rp. 9.500,-per porsi sudah termasuk 1 (satu) teh botol.

Bagi anda yang ingin menikmati resep asli baso malang dengan kualitas, rasa dan harga yang unggul, dapat datang langsung ke Jl. Burangrang no. 12 atau di cabang di Jl Pasteur no. 61 Bandung. (Nuniek Maulany & Nina).

Kamis, 11 Desember 2008

Bandung straight-jenazah Tanpa Identitas di RSHS di RSHS

(Bandung-Gandapura) Rabu (10/12) pukul 05.30 WIB ditemukan sesosok mayat wanita paruh baya didepan kantor asuransi BSAM kawasan Gandapura persimpangan Gudang Utara. Belakangan korban diketahui bernama Tati (70) berkeseharian sebagai pemulung berasal dari Majalengka.Dan kini kasusnya ditangani oleh Polsek Sumur Bandung, menurut informasi dari pihak Kepolisian terdapat dua orang saksi yaitu Hayati (50) dan Didin (60) sesama pemulung. Korban diduga meninggal akibat sakit yang dideritanya sejak dua bulan yang lalu. kini jenazahnya terbujur di Instalasi Kamar Jenazah Rumah sakit Hasan Sadikin(Bambang/Devi)