Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Jasman Panjaitan dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu, mengemukakan kronologi eksekusi terpidana mati kasus Bom Bali 2002 yaitu Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Ghufron.
Sabtu (8/11/2008)
Pukul 23.15 WIB, para petugas yaitu jaksa selaku eksekutor, polisi, rohaniawan, dan dokter menjemput ketiga terpidana untuk dibawa ke tempat pelaksanaan eksekusi di Lembah Nirbaya yang berjarak sejauh dua kilometer dari LP Batu Nusakambangan.
Minggu (9/11/2008)
Pukul 00.15 WIB, ketiga terpidana mati dieksekusi dengan cara ditembak oleh regu tembak dari satuan Brimob Polri dan disaksikan oleh jaksa selaku eksekutor, rohaniawan, dan tim dokter. Kemudian, tim dokter memeriksa dan menyatakan ketiga terpidana telah meninggal.
Pukul 01.00 WIB, jenazah ketiga terpidana dibawa ke Poliklinik LP Batu Nusakambangan untuk diotopsi dan luka tembaknya dijahit. Selanjutnya, tiga jenazah dimandikan oleh pihak keluarga Amrozi dan dikafankan dengan kain kafan yang disiapkan pihak keluarga.
Pukul 05.45 WIB, jenazah ketiga terpidana diserahterimakan dari jaksa eksekutor kepada komandan pilot helikopter yang akan mengantar jenazah kepada pihak keluarga masing-masing.
Pukul 06.00 WIB satu helikopter membawa jenazah Imam Samudera ke Serang, Banten, dan dua unit lainnya membawa jenazah Amrozi dan Ali Ghufron ke Lamongan, Jawa Timur.
Pukul 08.30 WIB, Helikopter yang membawa jenazah Imam Samudera tiba di Mapolda Banten dan kemudian diserahterimakan dari Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Banten kepada pihak keluarga yang diwakili Agus Setiawan untuk selanjutnya disalatkan dan dimakamkan.
Pukul 08.55 WIB, Dua helikopter yang membawa jenazah Amrozi dan Ali Ghufron tiba di Lamongan dan kemudian diserahterimakan dari Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lamongan kepada pihak keluarga yang diwakili M Khosid untuk selanjutnya disalatkan dan dimakamkan.(Antara/CI)
Rabu, 12 November 2008
Nasional-Kronologi hukuman mati trio bom Bali versi Polisi
Nasional-Heboh foto jenazah Imam Samudra
Padahal sebelumnya pihak Kepolisian lewat Kadiv Humas Abubakar Nataprawira sempat meragukan keaslian foto tersebut dan menduga itu adalah foto hasil rekayasa.
Namun polemik keaslian foto jenazah "Bomber Bali" itu terjawab sudah. Kepada Antara,
Bahkan Roy pun dapat mendeteksi waktu pemotretan jenazah tersebut, yaitu hari Minggu (9/11) pukul 09.04 WIB di kediaman orangtua Imam samudra di Lopang Gede, Serang.
"Yang mengambil gambar jenazah itu bisa siapa saja, yang jelas ia adalah orang yang dekat dengan jenazah saat itu. Gambar itu diambil dengan menggunakan kamera digital bukan pocket atau SLR. Ya.. semi otomatis lah," terang Roy Suryo, kemarin.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, pasca eksekusi Trio Bomber Bali, beredar foto jenazah Imam Samudera lewat situs http://arrahmah.com. Foto itu diberi judul "As Syahid Imam Samudra Bergabung Dengan Kafilah Syuhada".
Kontan beredarnya foto itu membuat geger masyarakat, pasalnya pihak aparat keamanan sudah memberlakukan keamanan superketat terhadap jenazah `Trio Bomber Bali` termasuk Imam Samudera.(Antara/CI)
Selasa, 11 November 2008
Nasional-Dua mantan pejabat BI di hukum 4 tahun
Jakarta-Mantan Deputi Direktur Direktorat Hukum Bank Indonesia (BI) Oey Hoy Tiong dan mantan Kepala Biro Gubernur BI Rusli Simanjuntak, Rabu, divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.(Antara/CI)
Nasional,"Spiderman" Diminta izin 'manjat' gedung
Jakarta - Alain Robert, yang kerap dijuluki sebagai "Spiderman" atau manusia laba-laba karena telah memanjat sekitar 70 bangunan pencakar langit di berbagai negara, batal memanjat Wisma Mulia di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu siang.
Menurut Dahlia Sarjono, Direktur Pengelola Ideal Marcomms yang merupakan pihak yang menggelar acara tersebut, pihaknya dan Alain saat ini berada di Polda Metro Jaya untuk mengurus perizinan.
Selain itu, ujar Dahlia kepada wartawan, untuk kepastian apakah Alain mendapatkan izin dari pihak kepolisian, pihaknya akan menunggu hingga sekitar pukul 15.00 WIB.
Sementara itu, informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menyebutkan, Alain Robert diamankan di Polda Metro Jaya bagian Pengawasan Orang Asing dan akan diperiksa lebih lanjut.
Sebelumnya, para wartawan mendapatkan undangan baik melalui surat elektronik maupun media lainnya yang mengemukakan bahwa Alain Robert, si "Spiderman" dari Prancis, akan memanjat Wisma Mulia di Jalan Gatot Subroto Kav 42, Jakarta Selatan.
Tanggal kegiatan acara yang disebut dalam undangan sebagai "spektakuler, menghebohkan dan mendebarkan itu tertulis Rabu, 12 November 2008, pukul 11.00 WIB.
Sebelum pertunjukan,
Namun, sejumlah penonton mengaku kecewa karena setelah ditunggu ternyata acara pendakian tidak jadi berlangsung akibat belum mendapat izin dari kepolisian. (Antara/CI)
Jakarta - Alain Robert, yang kerap dijuluki sebagai "Spiderman" atau manusia laba-laba karena telah memanjat sekitar 70 bangunan pencakar langit di berbagai negara, batal memanjat Wisma Mulia di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu siang.
Menurut Dahlia Sarjono, Direktur Pengelola Ideal Marcomms yang merupakan pihak yang menggelar acara tersebut, pihaknya dan Alain saat ini berada di Polda Metro Jaya untuk mengurus perizinan.
Selain itu, ujar Dahlia kepada wartawan, untuk kepastian apakah Alain mendapatkan izin dari pihak kepolisian, pihaknya akan menunggu hingga sekitar pukul 15.00 WIB.
Sementara itu, informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menyebutkan, Alain Robert diamankan di Polda Metro Jaya bagian Pengawasan Orang Asing dan akan diperiksa lebih lanjut.
Sebelumnya, para wartawan mendapatkan undangan baik melalui surat elektronik maupun media lainnya yang mengemukakan bahwa Alain Robert, si "Spiderman" dari Prancis, akan memanjat Wisma Mulia di Jalan Gatot Subroto Kav 42, Jakarta Selatan.
Tanggal kegiatan acara yang disebut dalam undangan sebagai "spektakuler, menghebohkan dan mendebarkan itu tertulis Rabu, 12 November 2008, pukul 11.00 WIB.
Sebelum pertunjukan,
Namun, sejumlah penonton mengaku kecewa karena setelah ditunggu ternyata acara pendakian tidak jadi berlangsung akibat belum mendapat izin dari kepolisian. (Antara/CI)
Jakarta - Alain Robert, yang kerap dijuluki sebagai "Spiderman" atau manusia laba-laba karena telah memanjat sekitar 70 bangunan pencakar langit di berbagai negara, batal memanjat Wisma Mulia di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu siang.
Menurut Dahlia Sarjono, Direktur Pengelola Ideal Marcomms yang merupakan pihak yang menggelar acara tersebut, pihaknya dan Alain saat ini berada di Polda Metro Jaya untuk mengurus perizinan.
Selain itu, ujar Dahlia kepada wartawan, untuk kepastian apakah Alain mendapatkan izin dari pihak kepolisian, pihaknya akan menunggu hingga sekitar pukul 15.00 WIB.
Sementara itu, informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menyebutkan, Alain Robert diamankan di Polda Metro Jaya bagian Pengawasan Orang Asing dan akan diperiksa lebih lanjut.
Sebelumnya, para wartawan mendapatkan undangan baik melalui surat elektronik maupun media lainnya yang mengemukakan bahwa Alain Robert, si "Spiderman" dari Prancis, akan memanjat Wisma Mulia di Jalan Gatot Subroto Kav 42, Jakarta Selatan.
Tanggal kegiatan acara yang disebut dalam undangan sebagai "spektakuler, menghebohkan dan mendebarkan itu tertulis Rabu, 12 November 2008, pukul 11.00 WIB.
Sebelum pertunjukan,
Namun, sejumlah penonton mengaku kecewa karena setelah ditunggu ternyata acara pendakian tidak jadi berlangsung akibat belum mendapat izin dari kepolisian. (Antara/CI)
Minggu, 09 November 2008
Nasional
Jakarta: Situs teror, www.foznawarabbilkakbah.com, berisi ancaman pembunuhan terhadap Presiden dan beberapa pejabat negara, menghilang dari tampilan. Sepertinya sengaja dihapus, menyusul dieksekusinya terpidana mati kasus bom Bali, Amrozi, Muklas, dan Imam Samudra, pada Ahad (9/11) dini hari.
Dalam situs itu, tiga terpidana mati membuat surat pernyataan yang menyerukan kaum muslim untuk memerangi dan membunuh para pejabat yang terlibat eksekusi mereka. Di antara para pejabat yang diancam tertera nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Andi Matalatta, Jaksa Agung Hendarman Supandji dan Jaksa Agung Muda Pidana Umum Abdul Hakim Ritonga.
Dalam surat yang ditulis dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab itu, Amrozi juga menyatakan pemimpin keagamaan seperti Hasyim Muzadi wajib diperangi. Hasyim, menurut mereka dalam surat bertanggal 5 Agustus 2008 itu, telah menjual nama Nahdatul Ulama.
(Tempo-CI)
Nasional
Nasional
Jakarta.: Majelis Ulama Indonesia menilai pelaku bom Bali I Amrozi cs bukan mati syahid. Perjuangan yang mereka anggap jihad dinilai tak tepat.
"Itu kan pandangan dia, tapi para ulama menganggap cara seperti itu tidak tepat," kata Ketua MUI Maaruf Amin saat dihubungi, Minggu (9/11).
Maaruf mengatakan perjuangan Amrozi cs dengan teror bukan cara yang tepat dalam perjuangan Islam. Perjuangan dalam Islam, kata dia, dilakukan dengan dakwah.
"Kecuali di daerah perang dan Indonesia tidak sedang dalam perang," katanya.
Amrozi, Muklas, dan Imam Samudra dieksekusi mati dini hari tadi dengan cara ditembak. Mereka bertanggung jawab dalam ledakan yang menewaskan 202 orang di Bali.
Sebelum eksekusi Imam Samudra menuliskan surat wasiat untuk dibacakan ke publik. Isinya antara lain menyebutkan gelar teroris lebih mulia daripada ulama yang tidak peduli dengan saudaranya yang dibunuh oleh kafir.
"Para ulama menilai itu tidak tepat," ujarnya.
Maaruf juga menilai hukuman mati merupakan hukuman setimpal karena mereka juga telah membunuh. Islam. kata dia, tak melarang hukuman mati jika tak ada cara lain.
sementara itu setelah pemakaman Imam Samudra selesai, Tim Pengacara Muslim langsung menggelar jumpa pers di depan kediaman ibu Imam Samudra, Embay Badriyah, Minggu (9/11). Tim Pengacara Muslim mempertanyakan pernyataan Kejaksaan Agung yang menyatakan bahwa eksekusi terhadap tiga terpidana mati Bom Bali I pada dini hari tadi.
Tim Pengacara Muslim mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Komisi Hukum DPR, dan Amnesty International untuk mencari fakta tentang apa yang terjadi di dalam Lembaga Pemasyarakatan Batu, Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah, selama terpidana ditahan juga dalam menjalani eksekusi tersebut.
"Kami tidak tahu apakah selama ditahan dan dieksekusi Amrozi cs mendapat penyiksaan, tekanan, dan terdapat unsur balas dendam," kata Kadar Faisal Ruskandi, anggota Tim Pengacara Muslim didampingi anggota keluarga Imam Samudra kepada wartawan, Minggu (9/11).
"Kami mendesak dibentuknya tim pencari fakta," tambahnya.
Menurut Tim Pengacara Muslim, hak-hak dasar sebagai kuasa hukum dan keluarga tidak dipenuhi oleh Kejaksaan, antara lain tidak dikabulkannya permintaan keluarga untuk menemui terpidana dan menyampaikan pesan terakhir jelang eksekusi.
Eksekusi Amrozi, Ali Ghufron, dan Imam Samudera, tiga pelaku bom Bali pada 2002 pada dini hari tadi, Ahad (9/11), melegakan sebagian warga Australia. Ini tercermin dari komentar sebagian keluarga korban kepada sejumlah media Australia pada pagi ini. Maria Kotronakis, warga Sydney yang kehilangan dua saudara perempuannya dalam tragedi enam tahun lalu, seperti dikutip The Herald Sun, mengatakan keluarganya sangat senang karena keadilan yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang. "Kami sangat gembira. Sesuatu yang setiap hari kami harapkan," katanya.
Namun, tidak semua keluarga korban bom Bali pada 12 Oktober 2002 di Australia langsung memercayai berita di seputar eksekusi Armozi cs. David "Spike" Stewart yang kehilangan putranya, Anthony, mengatakan ia ingin memastikan berita kematian Amrozi cs supaya tidak sekadar rumor.
Hal yang sama juga disampaikan Leanne Woodgate, warga Melbourne yang menderita luka bakar bersama kakaknya di Paddy`s Bar akibat serangan Amrozi cs.
Seperti dikutip The Age, Woodgate mengatakan, ia baru percaya kalau eksekusi itu sudah benar terjadi karena aksi mereka telah menghancurkan hidupnya.
Kepastian bahwa eksekusi Amrozi cs disampaikan secara resmi oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Jasman Panjaitan pukul 02.25 tadi. Dalam masalah eksekusi Amrozi cs, pemerintah Australia bersikap ambivalen. Menteri Luar Negeri Stephen Smith menegaskan, bahwa pemerintahnya memandang hal itu sebagai proses hukum Indonesia.
Ia membantah bahwa Australia bersikap munafik karena menyerahkan soal eksekusi ketiga pelaku yang bertanggung jawab terhadap kematian 88 warganya kepada pemerintah Indonesia. "Jika ada warga Australia yang terancam hukuman mati di luar negeri, kami akan mengajukan diri untuk mewakili dia. Kami tidak melakukan hal yang sama atas nama warga negara lain. Tentu kami tidak mewakili para teroris," katanya.
Di mata Perdana Menteri Kevin Rudd, Amrozi cs tidak lebih dari para "pembunuh". Dampak dari serangan mereka di Bali enam tahun lalu terhadap para keluarga korban membuat "hatinya menangis".Publik Australia sendiri merespons soal eksekusi Amrozi cs itu secara berbeda. Menurut Indonesianis Universitas Nasional Australia (ANU), George Quinn, masyarakat di negaranya terbelah ke dalam dua kelompok besar.
Bagi kelompok pertama, hukuman mati merupakan perbuatan yang tak berprikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia terlepas dari aksi berdarah Amrozi cs. Ia pribadi masuk ke dalam kelompok masyarakat yang pro-eksekusi terhadap ketiga pelaku sebagai konsekuensi atas aksi mereka enam tahun lalu.
"Ketegasan pemerintah dan otoritas hukum Indonesia atas eksekusi Amrozi cs akan meningkatkan citra Indonesia di mata Australia," katanya.
(AntaraDSV/J001-DSV/J002)
Jumat, 07 November 2008
Harga VALAS
| VALUTA ASING | GMC | RESTU | ||
| BELI | JUAL | BELI | JUAL | |
| USD | 11.125 | 11.135 | 11.145 | 11.235 |
| EURO | 13.850 | 13.870 | 14.180 | 14.240 |
| GBP | 17.025 | 17.065 | 17.375 | 17.455 |
| HKD | 1.420 | 1.425 | 1.410 | 1.445 |
| JPY | 111,55 | 111,80 | 113,60 | 114,50 |
| SGD | 7.390 | 7.400 | 7.370 | 7.450 |
| AUD | 7.245 | 7.265 | 7.410 | 7.485 |
| KRW | 8,75 | 8,85 | 8,60 | 9,40 |
| MYR | 3.020 | 3.030 | 3.045 | 3.115 |
| SAR | 2.920 | 2.930 | 2.875 | 2.920 |
| THB | 322 | 325 | 295 | 330 |
Nasional
merokok di kendaraan umum,22 orang tewas
|
Detik-detik kematian trio bom Bali
Amrozi CS ;”Rohaniawan adalah ‘antek-antek’ Negara”
CILACAP.CI- polisi telah melakukan sterilisasi kawasan Dermaga Wijayapura ddari radius 100 meter menjadi 300 meter menjelang eksekusi.Kantor Kejari Cilacap dijaga satu regu Brigade Mobil (Brimob). bahkan hingga waktu yang tidak ditentukan, warga maupun wartawan dilarang menemui aparat Kejari Cilacap.Pengetatan pengamanan, juga membuat nelayan resah. Beberapa titik alur kapal dilarang dilintasi. Perairan Bengawan Donan tembus ke Samudera
Profil-Jual beli HP dan reload pulsa dunia akhirat....
Jual beli HP dan reload pulsa dunia akhirat....bandung, CI.Menjamurnya Counter Handphone hingga pelosok ternyata tidak menggentarkan hati pemuda kelahiran bandung 19 mei 1973 ini.sebut saja namanya kang wendi(KW).beranjak dari modal yang relatif kecil kang wendi mulai memberanikan diri membuka counter HP di daerah Ujung berung.awalnya counter hp kang wendi hanya jual beli HP second dan reload pulsa, itu pun kecil-kecilan,makin hari counter HP itu maju pesat.dengan membawa bendera UBER cell pemuda bernama lengkap Wendi Erawan (katanya sih artinya eraan tapi menawan.red) ini semakin eksis di dunia counter HP.berikut petikan wawancara CI dengan 'the smiling guy' ini.
CI : kenapa memilih nama UBER cell kang?
KW :UBER itu diambil dari bahasa jerman,artinya the best, tapi kadang orang-orang mengartikan Uber sebagai Ujung berung, ya udah lah kagok hehehe
CI : apa kiat kiatnya kang bisa bertahan bisnis HP, kan saingannya ketat?
KW : nomor satu pelayanan, anggap aja consumer kita sebagai keluarga dan yang gak kalah penting manajemen.
CI :target usaha counter HP ini apa kang?
KW : pengen kaya hehehe, ya gak muluk lah, pengen usaha ini berkembang aja.
CI : apa yang membedakan layanan Ubercell dengan counter lain?
KW : wah, kalo ditanya itu pastinya Ubercell memiliki layanan Counter HP plus-plus..
CI : maksud plus-plus ?
KW : ya, kalo consumer kita cewe cantik udah pasti kita tanya alamat rumah trus dilamar hehehe
CI : suka duka dalam menjalani bisnis ini ?
KW: dukanya banyak, contohnya kalo beli HP second ternyata HP itu matot, baru juga dibeli dua hari, trus kalo operatornya gangguan, kadang pulsa lambat masuk,konsumen marah-marah...ampun.sukanya banyak salah satunya relasi kita banyak, kenalan juga nambah, lumayan nambah nambah isi buku telpon.
CI :ada tips khusus saat beli HP second buat pembaca?
KW:o ya penting itu..pertama cek dulu sinyalnya, kalo bisa berulang ulang coba pakai telphon atau sms, kalo sinyalnya cepat drop, itu hp rusak..speaker dan microphone juga di tes,kelengkapan fisik, dus bukunya pastikan asli bukan Black Market lalu segel di casing dalamnya udah rusak atau belum.. kayanya itu aja untuk tips beli HP second.jangan mudah tergiur harga murah, bisa aja hp itu rekondisi (hp yang rusak di service kembali.Red) atau curian,bisa bisa kita di kost - kan di kantor polisi hehehehe
CI :O ya kang, motto Uber Cell kan jual beli HP dan Reload pulsa dunia akhirat, artinya kang.
KW:ya artinya selagi kita di dunia kan jual beli HP, di akhirat juga kita dapat pahala karena menjalin silaturahmi yang baik dengan konsumen-konsumen kita..nah itu deh...
CI :ok..nuhun pisan kang...
(DSV/Joo1-DSV/j002)
UBERCELL
di antar jemput.
jl sukabumi dalam no 58.Bandung telp 022 70901799-022 76076611-022 30151973
Minggu, 02 November 2008
Kamis, 30 Oktober 2008
BURON
Cybernews INVESTIGATOR
rubrik : Wanted
dsv/j001
WANTED
----------
DICARI
Bagi anda yang pernah melihat atau mengenal orang ini harap hubungi Redaksi CyberNews Investigator di no telp/sms.022 76122323-02276455823.ada reward/imbalan
Nama target : Harsul,SE alias Harsul Hadi alias Hasrul
TTL : Lampung 15 07 1972
Agama : Islam
Alamat terakhir : Komp.Ujung Berung Indah Blok F-19 kelurahan Cigending kecamatan Ujungberung
Pendidikan terakhir : Universitas Terbuka
Nama ayah : Mahyid
No ktp : 1050191507723002
No KK : 105019/01/34022
Alamat lain : Jaya Tinggi Rt 02/02 kel.jaya tinggi kec,

